Banjar dan Banjir serta Solusinya

29 12 2008

 

Di Banua kita Kalimantan Selatan umumnya dan Banjarmasin khususnya sudah ratusan tahun mengenal istilah “calap”, yaitu air sungai yang meluap saat air sungai pasang yang merendam daerah yang bukan merupakan daerah aliran sungai. Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, “calap” agak berbeda dengan “calap-calap” beberapa tahun yang lalu. Di penghujung tahun 2008 ini, beberapa daerah kabupaten di Kalimantan Selatan tidak lagi mengalami “calap” namun sudah masuk dalam kategori banjir. Ironis memang, padahal sifat khas Kalimantan Selatan pada umumnya dan kota Banjarmasin khususnya dengan keadaan alam yang dialiri banyak jalur air. Sungai Barito dengan luas muaranya lebih dua kilometer dan panjangnya 900 km, merupakan salah satu sungai terbesar di muka bumi ini. Belum lagi dengan sungai ukuran sedang seperti Sungai Andai, Kuin, Alalak, Kalayan dan Pekapuran beserta anak-anak sungainya. Selain sungai yang terbentuk secara alami, “urang Banjar” juga mempunyai keahlian secara turun temurun selama ratusan tahun membuat daerah aliran sungai berupa kanal. Ada tiga kanal yang biasa dibuat oleh “urang Banjar” yaitu Anjir, Handil dan Saka (Bambang Subiyakto:2004). Kanal-kanal ini berfungsi sebagai irigasi pertanian juga untuk transportasi air.

 

Melihat paparan di atas sebenarnya hampir mustahil daerah Kalimantan Selatan mengalami kebanjiran. Namun kenyataan beberapa tahun belakangan ini banua kita mengalami kebanjiran. Ada beberapa sebab hingga hal ini bisa terjadi, Pertama; Pembangunan tidak berwawasan lingkungan. Ketidakmampuan pemerintah daerah untuk meneruskan ciri khas alam Kalimantan Selatan sebagai daerah dengan banyak aliran sungai. Anak-anak sungai terutama di Banjarmasin, banyak yang hilang berubah menjadi got. Hal ini tentunya berhubungan dengan konsep tata ruang pembangunan kota yang tidak berwawasan lingkungan.

Kedua; Perubahan Penggunaan Lahan. Beberapa tahun terakhir pembangunan pusat perbelanjaan, perumahan meningkat dengan pesat. Akibatnya banyak lahan-lahan yang beralih fungsi. Ini menyebabkan daerah resapan air menjadi berkurang dan ketika musim hujan tiba tanah tidak lagi mampu untuk meresap air dengan baik.

Ketiga; Mandek-nya Penegakkan hukum terhadap perusak dan pengotor lingkungan. Sebenarnya sudah ada berbagai peraturan daerah yang mengatur tentang lingkungan. Namun seringkali peraturan daerah ini tidak berjalan, akibatnya output yang ingin dihasilkan dari penyusunan perda ini juga tidak dapat terwujud. Sebagai contoh adalah larangan membuang sampah sembarangan, walaupun sudah banyak plang-plang yang dipasang mengenai larangan, ancaman denda dan kurungan terhadap para pembuang sampah sembarangan, tetap saja banyak masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan, di selokan dan di sungai. Akibatnya adalah mayoritas sungai di Banjarmasin penuh sesak dengan sampah dan menjadi dangkal, sehingga ketika hujan tiba aliran air di sungai terhambat dan terjadilah banjir . Jika terhadap pelaku-pelaku pembuang sampah sembarangan saja hukum tidak tegak, apalagi terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar amdal, illegal logging, illegal minning, bangunan-bangunan mewah yang berdiri diatas saluran air, yang notabene mereka adalah pihak yang mempunyai kekuatan uang yang besar?. Contoh lain, hingga saat ini kita hanya mendengar aparat menangkap orang membawa kayu illegal, kenapa tidak mencegah dan menangkap orang yang menebang pohonnya.

Keempat; Faktor Alam, untuk yang satu ini sebenarnya sudah menjadi masalah yang mengglobal, perubahan iklim secara tak menentu terjadi secara signifikan terhadap alam ini. Curah hujan yang tinggi, juga merupakan salah satu faktor. Namun jika diruntut ulang, maka sadar dan tidak sadar manusialah perusak alam nomor satu, sehingga alam menunjukkan kemurkaannya dengan bencana-bencana yang tidak bisa diduga oleh manusia.

Solusi

Untuk mengatasi banjir di Kalimantan Selatan tidak akan dapat bila dilakukan oleh pemerintah daerah saja ataupun masyarakat saja. Perlu sinergi dan kerjasama antara elemen diatas untuk menghasilkan energi yang besar dalam menanggulangi banjir. Pemerintah kota/kabupaten harus lebih tegas dalam menegakkan regulasi yang ada , berkomitmen untuk melakukan pembangunan yang berwawasan lingkungan, serta meningkatkan program yang dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Sementara itu masyarakat juga harus menyadari tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup tidak hanya untuk kemaslahatan umum tetapi untuk kebaikannya sendiri.

Secara teknis bisa dilakukan antara lain, peningkatan kapasitas drainase. Kapasitas saluran drainase yang tidak memadai menyebabkan aliran sungai meluap dan menggenangi daerah sekitarnya. Salah satu cara untuk mengurangi terjadinya luapan banjir adalah dengan meningkatkan kapasitas saluran yang ada dengan upaya melarang bangunan di bantaran sungai dan melebarkan serta melancarkan saluran drainase.

Bukankah jika tidak ada banjir kita semua diuntungkan? Kita dapat beraktivitas dagang, bisnis, sekolah, kuliah dengan nyaman tanpa terhambat oleh gangguan banjir. Untuk itu marilah kita cintai lingkungan hidup. Tidak membuang sampah secara sembarangan mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang terkecil dan mulai saat ini juga. Bila semua warga dapat melakukan hal ini, semoga kedepan kota akan terbebas dari masalah banjir

*Telah terbit di Banjarmasin Post Tgl 29 Desember 2008


 





KOMPLEK AMD PERMAI JL. HKSN ALALAK UTARA

22 12 2008

Sudah tak terasa saya mendiami rumah di Komp. AMD Permai Jl. HKSN Kelurahan Alalak Utara hampir dua bulan. Tidak terkira senangnya hate sudah mumpunyai rumah sendiri, terasa diri ini benar-benar menjadi seorang manusia yang berarti. Maaf saya agak berlebihan mengungkapkan perasaan ini, karena hampir sepanjang usia saya tinggal dengan orang tua.

Proses adaptasi tidak merupakan sesuatu yang menjadi masalah, ciri khas sebuah komplek sangat terasa, ketika siang hari terasa sunyi karena kesibukan masing-masing. Ketika malam hari, orang pada sibuk dengan keluarga masing-masing.

Yang agak mengganjal tinggal di komplek ini adalah fasilitas jalan yang sangat jelek, ketika hujan sangat becek dan jangan harap kendaraan bermotor kita akan kelihatan bersih. Pengembang seakan tutup mata, sangat ketahuan mereka (pengembang) hanya cari untung saja, tanpa memperhatikan fasilitas dalam komplek. Saya mempunyai prinsip, bahwa kalau tidak melakukan sesuatu tentu jalan di komplek ini tidak akan berubah, apalagi cuman dilihat saja –so pasti– nggak akan berubah. Kita perlu action, namun saya sebagai orang baru di lingkungan ini menunggu waktu yang tepat. Saya dan semua yang tinggal di sini tentu tak mau selamanya jalan becek dan kotor.

Anda punya saran dan pendapat gimana cara mengatasinya.





Pak Guru Ngomong Politik : “Selamat Jadi Celeg”

6 12 2008

Banyaknya spanduk iklan caleg dan calon DPD di berbagai daerah bikin mata agak tidak enak melihat pemandangan di dalam kota bahkan di pelosok pedesaan. Selain cara meletakkannya tidak teratur dan terkesan sesuka hatinya menarik spanduk tersebut.

Terlepas dari hal yang diatas, –bagi caleg yang membaca tulisan ini – bagi saya “nggak ngaruh” sama sekali. Selain hanya melihat gambar, saya tidak mengenal anda sama sekali. Calon legistif bagi saya minimal memiliki kriteria sebagai berikut :

  1. Memiliki Buku “Pengantar Ilmu Politik” tulisan Miriam Budiardjo. Ini adalah buku baboon, artinya buku wajib setiap orang yang ingin berpolitik. Saya yakin seorang anggota DPR yang tidak pernah membaca buku ini, bibirnya akan “kelu” ketika bebicara dalam sidang-sidang DPR. Coba anda bayangkan betapa lucunya ketika seorang anggota DPR nggak ngerti misalnya tentang hak budget, hak inisiatif, masa reses, amandemen, dll. Jadi supaya jangan bikin malu, buruan beli bukunya di toko buku yang terdekat J
  2. Keberartian diri, point yang kedua ini agak susah saya menguraikannya. Hemat saya sudah kah membuat diri anda berarti bagi lingkungan anda. Orang akan memilih anda secara langsung ketika anda sangat special bagi pemilih anda. Jika anda anggota dari salah satu organisasi massa tertentu misalnya maka yang akan memilih anda tentu dari organisasi massa tersebut. Pengamat politik menyebutnya dengan” kendaraan politik”. Bisa juga anda dari golongan agama, kesukuan, gender, kelompok, golongan dll. Singkat kata, bikin diri anda menjadi berarti bagi golongan atau kelompok tertentu lebih hebat jika anda cukup berarti bagi semua golongan. Contoh berikut adalah beberapa tokoh yang cukup berarti bagi saya. Alm Jendral M. Yusuf, menurut alm bapak saya ketika TNI (dulu ABRI) di pimpin beliau, beliau pertama yang membagikan susu dan kacang hijau gratis kepada setiap anggota ABRI hingga saya anak ABRI tumbuh sehat hingga sekarang, BJ. Habibie inilah presiden yang menaikkan gaji pegawai dan TNI cukup tinggi sehingga saat itu saya bisa beli sepeda motor untuk kuliah, banyak juga tokoh politik yang saya suka karena pemikirannya seperti Kwik Kian Gie (orang keturunan yang pemikirannya lebih Indonesia dari pada orang Indonesia asli). Marwah Daud Ibrahim (khas Bugis, keras, teguh pada pendirian) , Alm Sophan Sopian(nasionalis sejati), Amin Rais (Bapak reformasi), Priyo Budi Santoso (vokalis dari partai Golkar), dan beberapa tokoh yang saya lupa namanya. Jika anda tak seperti mereka yang saya sebutkan di atas maka saya tak akan memilih anda.
  3. Kemampuan akademik, untuk yang satu ini sangat menguntungkan jika anda berasal dari akademisi atau kampus. Paling sederhana saya pernah membaca tulisan anda di koran, majalah, jurnal, wawancara di TV dan radio. Kita bisa melihat kemampuan pemikirannya dalam bentuk tulisan-tulisan. Saya tak mengharuskan anda orang yang harus pintar lalu menjadi anggota DPR. Tapi agak miris juga jika jadi anggota DPR tak pernah menulis di koran, jangan-jangan membaca saja tidak lancar. Saya tidak mau terjerumus dalam prasangka buruk. Kalau anda mau jadi anggota DPR, berarti anda cukup berani. Berarti separo dari keberanian anda adalah kepintaran anda.
  4. Image Diri, kasian memang jika anda membangun image anda sebagai anggota DPR di rusak oleh kelakuan anda sendiri. Lihat di TV anggota DPR yang korup dan suka main perempuan. Orang tak akan memilih anda lagi. Hal ini juga akan berimbas pada partai yang akan mengusung anda. Orang akan berpikir bahwa jadi anggota DPR jalan untuk mencari kekayaan, kekuasaan dan wanita. Sungguh prilaku yang sangat tidak amanah.
  5. Jadi sinterklas dadakan, untuk satu ini anda harus hati-hati dengan Panitia Pengawas Pemilu dan Komisi Pemilihan Umum, karena sudah dekat dengan politik uang. Jika anda jeli membaca situasi dan punya banyak uang, datang saja ke kampung-kampung silahkan kasih uang cash atau barang, jika tak mampu silahkan beri saja mereka dengan janji-janji. Hal ni cukup efektif terutam dari pelosok. Saya pun akan memilih anda jika jalan di depan rumah saya menjadi mulus, sederhana kan !. Tapi, ini sangat tidak fair, sepertinya DPR anda buat sebagai bahan perdagangan. Logikanya begini, jika anda ingin menjadi anggota DPR pakai modal tentu harapan anda modal akan balik kan ! Nah, lalu dimana semangat anda sebagai calon rakyat, ternyata tak lebih kepentingan ekonomis yang anda cari. Apakah ujung jalan dari pencalonan diri anda sebagai caleg hanya untuk kepentingan ekonomis ?? Jawab bozz sejujurnya…

Dibuat saat dalam kegalauan hati.