Walah … Sejak diangkat menjadi PNS saya bukan guru sejarah tapi guru IPS, konsekuensinya saya tidak hanya mengajar sejarah tapi mata pelajaran lain juga seperti geografi dan ekonomi, serta yang paling gress saya mengajar Teknologi Komunikasi dan Komunikasi. Yang terakhir ini, diantara suka dan tidak suka karena selain ngaak ada ilmunya untuk mengajar, pengetahuan saya tentang komputer dan teknologi tidaklah terlalu banyak. Padahal disetiap kesempatan saya yang peling getol mempermasalahkan guru salah kamar dalam mengajar, ternyata saya juga ikut dalam arus itu, jadi guru salah kamar. Tapi saya tidak separah guru agama mengajar IPA, atau guru agama mengajar bahasa Indonesia.
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Salam kenal juga gsn sampeyan… terimakasih atas kunjungan dan tanggapannya di blog saya.
Menurut buku panduan sertifikasi guru yg saya baca dan dari pelatihan resmi yg saya ikuti (saya termasuk peserta sertifikasi guru depag angkatan pertama lo), sekarang ini tdk ada perbedaan signifikan antara guru yg punya akta iv dgn yg gak pegang akta iv, apalagi cuma salah kamar.
Artinya selama yg bersangkutan mengajar di sekolah atau madrasah, ada bukti otentiknya berupa surat menyurat atau dokumen tertulisnya maka dia dianggap sdh jadi guru dan bisa ikut sertifikasi. Hanya saja memang proses rekrutmen dan dasar penetapan siapa yg ikut terlebih dahulu dan siapa yg tertunda, sementara ini masih misteri… terutama utk rekrutmen yg ditangani oleh Depag.
Nanti saya akan nulis banyak seputar pengalaman saya ikut sertifikasi guru, karena banyak ‘keanehan’ yg saya jumpai.. Lagipula saya ingin berbagi pengalaman dgn sesama guru, terlebih guru madrasah dari depag.
Keep on blogging bro…..!
Trima kasih, atas kunjungannya … Jikalau di kotabaru sampeyan merasa ada keanehan di kabupaten Banjar juga ada keanehan… Daftar seleksi setiap kabupaten sudah ada di situs http://www.kalsel.depag.go.id. guru yang ada di seleksi no 4 harus menunggu selama satu tahun untuk dipanggil. kan aneh .. selamat beraneh-aneh dan selamat berpuasa